SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA


Nama : Dwi Utami
NPM : 10507063
Kelas : 4PA 06


SISTEM INFORMASI
SUMBER DAYA MANUSIA

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan dengan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungkungan kompleks.
Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masasekarang atau yang akan datang.
Sistem Informasi adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi.

¨      Komponen-komponen Sistem Informasi
1.      Komponen Input; input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi
2.      Komponen Model; kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan
3.      Komponen Output; output informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4.      Komponen Teknologi; teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan membantu pengendalian sistem.
5.      Komponen Basis Data; merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software data base.
6.      Komponen Kontrol; Pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.

¨      Karakteristik Sistem Informasi
1.      Memiliki komponen ;
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
2.      Batas sistem (Boundary) ;
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3.      Lingkungan luar sistem (Environment) ;
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
4.      Penghubung sistem (Interface) ;
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
5.      Masukan sistem (Input) ;
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6.      Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
7.      Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
8.      Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

¨      Penerapan Sistem Informasi Dalam Aktivitas Manusia, Antara Lain:
1.      Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan atau pembelian tiket.
2.      Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
3.      Sistem biometric yang dapat mencegah orang yang tak berwenang mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata.
4.      Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data.
5.      Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,misal untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
6.      Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.
7.      Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dll.
8.      Sistem layanan akademis berbasis web.
9.      Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yg terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer.
10.  E-government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet.

Hubungan Psikologi dengan Sistem Informasi, lebih terkait dengan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia.

Tiap perusahaan memiliki sistem untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi itu kepada pemakai. Sistem ini dinamakan sistem manajemen sumber daya manusia (Human Resource Information System) atau HRIS.
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktifitas-aktifitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan atau Enterprise Resource Planning (ERP).
Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basis data yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.

¨      Fungsi Sumber Daya Manusia memiliki empat kegiatan utama :
1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruitment and Hiring).
2.      Pendidikan dan Pelatihan.
3.      Manajemen Data.
4.      Penhentian dan Administrasi Tunjangan.

HRD (Human Resource Department)

Human Resources Department bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Pengelolaan dari SDM yang ideal dalam organisasi memiliki 8 aspek yaitu:
1.      Seleksi dan Rekrutmen. Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.
2.      Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development). Yaitu fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
3.      Compensation and Benefit. Berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.
4.      Manajemen Kinerja (Performance Management). Merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi.
5.      Perencanaan Karir (Career Planning). Bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path).
6.      Hubungan Karyawan (Employee Relations). Berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.
7.      Separation Management.Yaitu fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).
8.      Personnel Administration and HRIS. Biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan. Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas untuk menjawab kebutuhan bisnis dalam organisasi.

DAMPAK SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
(SISTEM INFORMASI SDM)


Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne“ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967:1967 XXV) memberi arti teknologi sebagai ”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”.
Pengertian teknologi secara umum adalah:
·         proses yang meningkatkan nilai tambah
·         produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
·         Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.
Sedangkan dampak adalah suatu akibat yang ditimbulkan oleh sesuatu. Jadi dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia. 
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.

Cara Kelebihan Kekurangan

  • Membuat sendiri
  • dapat diatur sesuai kebutuhan
  • lebih mudah diitegrasikan dengan sistem yang sudah ada secara lebih baik
  • proses pengembangan sistem dapat dikelola dan dikendalikan
  • Butuh waktu lama
  • Kemungkinan program mengandung bug cukup besar
  • Dapat menyebabkan pengembang sistem putus asa, karena kesulitannya memahami keinginan pemakai dalam menyatakan kebutuhannya
  • Membeli perangkat lunak yang sudah jadi
  • Bebas memilih sesuai dengan kebutuhan
  • Membutuhkan waktu relatif singkat untuk pengembangan
  • Sudah teruji dan biasanya bebas dari bug
  • Dapat dilakukan uji coba sebelum membeli (terkadang ada yang bergaransi)
  • Dokumentasi lengkap.
  • Terdapat kemungkinan tidak mendukung fungsi-fungsi yang spesifik di organisasi
  • Harga mahal
  • Tidak seefisien kalau membuat sendiri
  • Butuh waktu dan biaya tersendiri untuk evaluasi
  • Terdapat kemungkinan tidak kompatibel dengan perangkat keras yang sudah dimiliki outsourcing
  • Organisasi atau perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada bisnis atau pekerjaan internal
  • Biaya untuk aset teknologi informasi tidak perlu ada atau dialihkan ke bagian lain
  • Menyingkat waktu pengembangan
  • Lebih hemat biaya (dibeberapa organisasi atau perusahaan)
Dampak Negative Sistem Informasi

Banyak sekali manfaat dari pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan.
  1. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
    Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
  2. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
  3. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
  4. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikantiok Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio atau data, video atau data, audio atau video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
  5. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
    Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.


Daftar Pustaka
Tanjung. 2006.Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Jakarta. PT Grasindo
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_sumber_daya_manusia
portalHR – www.portalhr.com
Iswanti, 2005. Sistem Informasi dari konsep dasar menuju pengadaannya












PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU


Nama: Dwi Utami
Kelas: 3Pa 05/ 4PA 06
NPM: 10507063



Lingkungan merupakan bagian terpenting dan mendasar dari kehidupan manusia. Sejak dilahirkan manusia sudah berada dalam lingkungan baru dan asing baginya. Dari lingkungan baru inilah sifat dan perilaku manusia terbentuk dengan sendirinya. Lingkungan yang baik akan membentuk pribadi yang baik, sementara lingkungan yang buruk akan membentuk sifat dan perilaku yang buruk pula. Anak-anak berkembang dari suatu hubungan interaksi antara gerakan-gerakan dalam dan kondisi lingkungan luar.
Akal memang bagian diri manusia yang dikaruniakan Tuhan sejak kita lahir. Dengan akal ini manusia dapat berfikir, namun akal tidak akan berguna apabila tidak ada lingkungan disekitarnya yang akan diubah. Dengan kata lain lingkungan akan mengubah dan membentuk prilaku manusia yang ada di dalamnya. Manusia akan berinteraksi dan berusaha untuk bertahan dalam lingkungan dimana dia berada. Salah satu usaha yang harus dilakukan adalah mengubah perilaku sesuai lingkungan tempat tinggalnya sehingga dia akan bisa terus bertahan didalam lingkungan tersebut.
Berikut contoh hubungan lingkungan dengan manusia :
·         Dibanding dengan anak lain dan variabel lain yang konstan, anak usia 7 tahun dari rumah tangga bersesakan ternyata sembilan bulan terbelakang dalam membaca, perbedaan pendengaran.
·         Seseorang yang pindah dari tempat lain akan mengubah perilakunya di tempat baru agar bisa diterima di lingkungan baru tersebut.
Dari beberapa pernyataan diatas, jelas bahwa lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Penjara salah satu contoh tempat yang bisa mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik. Jika ada orang ditempatkan kedalam hutan, maka secara otomatis dia akan mengubah perilakunya demi kelangsungan hidupnya.
Dimensi lingkungan bisa dibedakan menjadi tiga kelompok yakni lingkungan fisik, lingkungan sosial dan lingkungan kultural. Ketiga dimensi ini akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perilaku manusia.
Persepsi lingkungan adalah interpretasi tentang suatu setting oleh individu, didasarkan latar belakang budaya, nalar dan pengalaman individu tersebut. Setiap orang dapat mempunyai gambaran yang berbeda sesuai proses persepsi masing-masing.
Lingkungan binaan merupakan sistem yang dibentuk oleh sub-sub sistem. Hal terpenting dari pengaruh ruang terhadap perilaku manusia adalah fungsi atau pemakaian dari ruang tersebut. Ada dua macam ruang yang dapat mempengaruhi perilaku yaitu ruang yang dirancang untuk memenuhi suatu fungsi dan tujuan serta ruang yang dirancang untuk memenuhi fungsi yang lebih fleksibel.

Referensi

tugas psikologi konsumen


Nama   : Dwi Utami
NPM   : 10507063
Kelas   : 4 PA 06
Psikologi Konsumen

1.      Pengertian Psikologi Konsumen?
Psikologi Konsumen adalah
Manusia yang berkemauan dan berkecerdasan karenanya di mungkinkan terjadi proses mental yang sifatnya abstrak di dalam dirinya.
2.      Perilaku Konsumen dari sudut pandang psikologi?
Membantu dalam memahami proses-proses psikologi yang sifatnya individual seperti kepribadian, motivasi, persepsi, proses belajar, sikap dan dinamika kelompok yang berpengaruh terhadap prilaku konsumen.
3.      Apa yang di maksud dengan konsumsi, konsumen, konsumtif dan konsumerisme ? Berikan masing-masing contohnya?
a.       Konsumsi: suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu prosuk barang atau jasa yang di hasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi di sebut konsumen.
b.      Konsumen: Manusia yang berkemauan dan berkecerdasan karenanya di mungkinkan terjadi proses mental yang sifatnya abstrak di dalam dirinya.
c.       Konsumtif (consumtive): Boros atau perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat di artikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah.
d.      Konsumerisme: Dapat di artikan sebagai gerakan yang memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan negara dan gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumer.
4.      Pengaruh lingkungan terhadap prilaku konsumen? Berikan contohnya?
Pengaruh lingkungan terhadap prilaku konsumen:
Lingkungan mempunyai peranan penting dalam psikologi konsumen. Melalui lingkungan kita bisa mendapatkan informasi- informasi (komunikasi) yang akan menyediakan dan dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan konsumen, dan selera pasar. Adapun bentuk dari komunikasi dari mulut ke mulut, komunikasi pemasaran dan lintas kelompok. Lingkungan yang berupa adalah lingkungan sosial budaya seperti keluarga,kelas sosial, sumber-sumber informal dan komersial, budaya, sub budaya.
Contohnya:
Iklan obat sakit kepala karena migraine seperti Pol dan Mig, yang secara berulang dan rutin menampilkan tayangan penderita sakit kepala akan menimbulkan keyakinan dalam benaknya bahwa merek Pol dan Mig memang memiliki kemampuan untuk meredakan sakit kepala karena migraine. Sehingga pada saat konsumen berada dalam situasi sakit kepala migraine secara otomatis ingatannya akan mengacu pada icon Pol dan Mig.

Dapus :
1.      Perilaku konsumen: implikasi pada stategi pemasaran / Tatik Suryani. Edisi pertama : yoyakarta:2008, graham ilmu.
2.      Perilaku konsumen: implikasi pada stategi pemasaran / Erna Ferrianadewi. Edisi pertama : yoyakarta:2008, graham ilmu.

(PSIKOLOGI KONSUMEN II)

Sumber : Koran Kompas (KLASIKA) Senin, 12 Juli 2010

RDQ-15 adalah perangkat peraktis dan modern yang memuat seluruh rangkaian doa dalam bahasa Arab dan Indonesia untuk digunakan selama proses ibadah haji dan umrah. RDQ-15 merupakan audio haji pertama yang di lengkapi dengan fitur MP3 hingga anda juga dapat menggunakan Nasyid, Al-Qur’an 30 juz lengkap, ceramah, dan lainnya dengan kualitas suara stereo yang baik. Terdapat buku tuntuan doa lengkap dengan bahasa Arab dan Indonesia. RDQ-15 juga dilengkapi dengan slot Micro SD, speaker internal, earphone, pita gantungan, batrei rechargeable, dan charger juga bergaransi 1 tahun. Hadir di Gramedia seluruh Indonesia. (*/INO).
Konsumen sekarang semakin tidak mudah diprediksi bahkan mereka menjadi semakin kritis. Semakin menuntut dan tidak mudah puas menjadi ciri konsumen di era global. Dunia yang semakin global menjadi semakin banyak pilihan. Interaksi konsumen dengan strategi pemasaran berbagai produk dan merekpun tak terhindarkan.
Konsumen yang dinamis dan interaksinya dengan aspek lain dalam proses pengambilan keputusan, pembelian begitu unik dan menarik untuk dipelajari. Keragaman ini menciptakan variasi dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Sehingga produk tersebut masih di incar banyak konsumen dipasar. 
Sikap positif pada merek hanya dapat ditumbuhkan jika konsumen yakin bahwa merek memiliki atribut dan manfaat yang mampu memuaskan kebutuhan mereka. Dalam proses penciptaan sikap positif terhadap merek, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Pemasar di antaranya:
1.      Menciptakan berbagai aktivitas pemasaran yang menitik beratkan pada factor kepuasan pelanggan. Dalam proses penciptaan sikap terhadap merek, konsumen melakukan interpretasi berbagai informasi yang disajikan oleh merek melalui berbagai media, kemudian informasi tersebut akan di evalusi dan diintegrasikan (Anderson, 1981). Proses tersebut terjadi selama konsumen menggunakan produk sehingga dan pemasar harus dapat menumbuhkan perasaan puas pada konsumen pada saat memakai produk tersebut sehingga perasaan puas itu akan menciptakan sikap yang positif terhadap merek. Secara empirik, Cronin & Taylor (1992) juga Grace dan O’Cass (2004) berhasil membuktikan bahwa kepuasan konsumen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terbentuknya sikap positif konsumen terhadap merek.
2.      Ketika pemasar berhadapan dengan konsumen dengan tingkat keterlibatan yang cukup tinggi sebaiknya pemasar cukup mendisain spanduk kecil umumnya lebih efektif mempengaruhi sikap konsumen pada merek dari pada sepanduk besar karena tipe konsumen semacam ini telah memiliki dorongan yang besar untuk bersikap positif pada merek (Euijin, 2001).
3.      Merancang dan mengkomunikasikan kepribadian merek yang sesuai dengan konsep diri target konsumen. Konsumen seperti halnya sifat manusia pada umumnya akan lebih bersifat positif pada merek yang memiliki persamaan kepribadian dengan dirinya. Pemasar harus mengupayakan kecenderungan ini agar dapat tumbuh dalam diri konsumen.

Daftar Pustaka :
1.       Koran Kompas. Klasika. Edisi Senin, 12 Juli 2010 .
2.       Erna, F. (2008). Merek dan psikologi konsumen. Edisi pertama . Yogyakarta . PT. Graha ilmu.


 TEORI IKLAN
1.      Definisi Iklan
Asal muasal istilah iklan atau advertising di jelaskan oleh seorang ahli periklanan terkenal, Otto Klepper, dalam bukunya yang berjudul "Advertising Procedure". Dalam bukunya tersebut, di tuliskan bahwa advertising berasal dari bahasa latin yaitu ad-vere yang berarti mengoperkan pikiran dan gagasan kepada pihak lain. Jadi pengertian seperti ini sebenarnya tidak ubahnya dengan pengertian komunikasi sebagaimana halnya dalam ilmu komunikasi.
Istilah iklan juga sering di namai dengan sebutan yang berbeda-beda. Di Amerika sebagaimana halnya di Inggris, disebut advertising. Sementara di Perancis disebut dengan reclamare yang berarti meneriakkan sesuatu secara berulang-ulang.
Menurut Rhenald Kasali (1992), secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.
Menurut Coler (2002), periklanan di artikan sebagai berita pesanan (untuk mendorong, membujuk) kepada khalayak atau orang ramai tentang benda atau jasa yang di tawarkan. Iklan dapat pula di artikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak atau orang ramai mengenai barang atau jasa yang di jual dan di pasang di dalam media massa, seperti surat kabar atau koran, majalah dan media elektronik seperti radio, televisi dan internet. Dari pengertian iklan tersebut dapat di simpulkan bahwa iklan di buat dengan tujuan untuk menarik perhatian dan mendorong atau membujuk pembaca iklan agar memiliki atau memenuhi permintaan pemasang iklan.
Ada banyak pendapat tentang fungsi dan tujuan iklan. Iklan menjadi sangat penting untuk berkomunikasi antara perusahaan atau produsen dengan masyarakat. Secara umum, iklan memiliki fungsi dan tujuan sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi
Dengan iklan, khalayak atau masyarakat diberi informasi mengenai produk atau merek tertentu. Selain itu, dengan iklan, masyarakat atau khalayak diberi informasi mengenai karakteristik serta keunggulan suatu produk atau merek tertentu. Dengan demikian, iklan dapat membuat konsumen atau calon konsumen sadar akan adanya produk baru. Pada tahap awal produk, iklan sangat diperlukan untuk membangun permintaan primer. 
Jadi, iklan merupakan bentuk komunikasi yang efisien karena mampu meraih khalayak luas dengan biaya yang relatif rendah.
  1. Membujuk
Iklan juga berfungsi untuk membujuk khalayak atau masyarakat agar tetap menggunakan atau memakai atau mengkonsumsi produk atau merek tersebut. Hal ini sangat penting, terutama pada tahap persaingan dimana perusahaan ingin membangun permintaan selektif untuk produk tertentu. Beberapa iklan menggunakan comparative advertising yang memberikan perbandingan atribut dari dua atau lebih merek atau produk secara eksplisit.
Iklan yang efektif akan membujuk konsumen atau calon konsumen untuk mencoba menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk. Kadang-kadang iklan dapat mempengaruhi permintaan primer yang membentuk permintaan untuk seluruh kategori produk. Seringkali iklan juga ditujukan untuk membangun permintaan sekunder yaitu permintaan untuk merek perusahaan tertentu.
  1. Mengingatkan
    Iklan juga dapat membuat konsumen tetap ingat pada merek atau produk perusahaan. Ketika timbul kebutuhan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tertentu. Maka konsumen tersebut akan menjadi kandidat pembeli. Jadi, iklan juga bertujuan untuk mengingatkan khalayak atau masyarakat sebagai konsumen atau calon konsumen terhadap produk tertentu.
  2. Memberikan Nilai Tambah
Iklan juga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk atau merek tertentu dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan memberikan nilai tambah produk sehingga produk dipersepsikan lebih mewah, lebih bergaya, lebih bergengsi, bahkan melebihi apa yang ditawarkan oleh produk lain, dan secara keseluruhan memberikan kualitas yang lebih baik dari produk lainnya.
  1. Mendukung Usaha Promosi Lainnya
Iklan juga dapat digunakan sebagai alat pendukung usaha promosi lainnya seperti sebagai alat untuk menyalurkan sales promotion, pendukung sales representative, meningkatkan hasil dari komunikasi pemasaran lainnya.
Disamping itu, menurut Tellis (1998) periklanan memberikan dampak terhadap produksi massal dibutuhkan perusahaan untuk melayani pasar yang luas. Perusahaan harus memberi merek produknya dengan nama yang unik sehingga konsumen melakukan permintaan terhadap suatu barang tertentu. Jadi, produksi massal dan pemasaran dapat menguntungkan bila telah memiliki merek. Produksi massal membutuhkan kemasan yang baik. Sehingga perusahaan dapat memberi merek pada kemasan dengan desain dan nama yang unik. Oleh karena itu iklan merupakan alat komunikasi perusahaan terhadap konsumen untuk menyampaikan kualitas produk yang unik yang dapat dilihat dari kemasan unik dan merk produk yang dihasilkan.
Dari pengertian iklan maka, iklan harus memenuhi syarat-syarat iklan yaitu sebagai berikut:
  1. Bahasa Iklan 
a.       Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b.      Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif 
c.       Di susun secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
  1. Isi iklan 
a.       objektif dan jujur 
b.      singkat dan jelas
c.       tidak menyinggung golongan tertentu atau produsen lain
d.      menarik perhatian banyak orang.

2.      Tujuan Iklan
Tujuan iklan adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang, jasa, atau ide. Adanya kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera meskipun banyak juga penjualan yang baru terjadi pada waktu mendatang. Dari segi lain periklanan yang riil adalah mengadakan komunikasi secara efektif. Menurut (Swastha dan Irawan, 1983).
Tujuan lain dari periklanan adalah
  1. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi lain.
  2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan ataupun salesman dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengadakan hubungan dengan para penyalur, misal dengan mencantumkan nama dan alamatnya.
  4. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik pelanggan baru.
  5. Memperkenalkan produk baru.
  6. Menambah penjualan industri.
  7. Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.
  8. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum melalui periklanan.
Pemasaran bertujuan memberitahu serta memberi petunjuk kepada pembeli potensial dan untuk meningkatkan penjualan. Dalam periklanan di usahakan agar dapat menarik perhatian, minat, keinginan, keyakinan serta menimbulkan tindakan membeli dengan memanfaatkan media yang tersedia seperti televisi, radio, koran, majalah, dan lain sebagainya.

3.      Fungsi Iklan
Iklan memiliki beberapa fungsi, antara lain:
  1. Fungsi Pemasaran
Fungsi pemasaran pada iklan adalah fungsi iklan untuk menjual atau memberikan informasi tentang barang, jasa maupun gagasan kepada masyarakat melalui media sebagai upaya untuk :
·         mengidentifikasi produk dan menjelaskan perbedaannya dengan produk lain,
·         menganjurkan penggunaan produk baru yang diiklankan tersebut secara bertahap,
·         menunjang penyebaran untuk meningkatkan penggunaan produk yang diiklankan,
·         membangun rasa cinta dan dekat pada produk yang diiklankan untuk mengikat konsumen atau calon konsumen dalam jangka waktu yang lama.

  1. Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi pada iklan adalah fungsi iklan dalam upaya memberi penerangan dan informasi tentang produk yang diiklankan, memberi pesan yang berisi pendidikan, menciptakan pesan yang bersifat menghibur dan mempengaruhi khalayak untuk dekat dan selalu membeli dan memakai produk yang diiklankan secara tetap.
  1. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan pada iklan adalah fungsi iklan untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar melalui iklan, masyarakat dapat belajar sesuatu dari yang dibaca, ditonton maupun didengarnya. Khalayak atau masyarakat dapat mengkonsumsi produk yang sesuai untuk merek tertentu dan merek tersebut dapat memperbaiki gaya hidup menjadi lebih baik.
  1. Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi pada iklan adalah fungsi iklan yang berorientasi pada keuntungan ekonomis. Keuntungan ekonomis yang diperoleh khalayak atau masyarakat melalui iklan adalah mereka lebih mudah mengakses produk yang dibutuhkan yang bisa menjadikan khalayak atau masyarakat lebih efisien dari segi biaya.
  1. Fungsi Sosial
Fungsi sosial pada iklan adalah fungsi iklan yang bertujuan mempengaruhi perilaku khalayak atau masyarakat. Dalam fungsi sosial, iklan membantu menggerakkan perilaku khalayak untuk lebih baik.

4.      Jenis-Jenis Iklan
Berdasarkan tujuannya, iklan di klasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni:
a.       Iklan Informatif (Informative Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran atau pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
·         Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.
·         Menjelaskan cara kerja produk.
·         Mengurangi ketakutan konsumen.
·         Mengoreksi produk.
b.      Iklan Persuasif (Persuasive Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Bertujuan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.
·         Mempersuasif khalayak untuk memilih merek tertentu.
·         Menganjurkan untuk membeli.
·         Mengubah persepsi konsumen.
·         Membujuk untuk membeli sekarang.
c.       Iklan Reminder (Reminder Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.
·         Mengingatkan bahwa suatu produk memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat.
·         Mengingatkan pembeli dimana membeli produk tersebut.
·         Menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind)
·         Menjalin hubungan baik dengan konsumen.

5.      Karakterisik Iklan
Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
a.       Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.
b.      Non-personal komunikasi.
c.       Menggunakan media massa sebagai mensinifikasi pesan.
d.      Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.
e.       Bersifat mempersuasi khalayak.
f.       Bertujuan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.

6.      Sasaran Periklanan
Dalam memasang iklan hendaknya tidak semata-mata mempertimbangkan yang akan menjadi sasarannya, tetapi juga perlu dipertimbangkan pihak-pihak yang mungkin berhubungan dengan iklan dan sasarannya. Menurut (Sigit, 1982) iklan sebaiknya di susun dengan memperhatikan beberapa hal yaitu:
  1. Para pembeli dan pemakai diwaktu sekarang.
  2. Mereka yang memilki potensi sebagai pembeli.
  3. Mereka yang memilki kekuasaan memutuskan membeli.
  4. Mereka yang menjadi pembeli atau pemakai diwaktu yang akan dating.
  5. Mereka yang dapat dipengaruhi orang lain untuk membeli atau memakai.
  6. Pasar pedagang.
  7. Pasar pesaing.

7.      Contoh Iklan
a.      Iklan Informatif
Iklan Coca Cola
Iklan ini tergolong iklan informatif karena memberitahukan kepada khalayak mengenai produk, kemasan serta harga yang terbaru. Selain itu juga mempromosikan kemudahan jika membeli produk yang baru tersebut.
b.      Iklan Persuasif
Iklan Samsung Slim Fit TV
Iklan ini merupakan iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli TV merk Samsung dengan cara menginformasikan kualitas serta kelebihan-kelebihan yang dimiliki Samsung, sehingga khalayak dapat mengubah persepsinya mengenai TV merk lain dan menganggap Samsung lebih unggul.
c.       Iklan Reminder
Iklan Simpati Jitu
Iklan ini termasuk iklan reminder karena mendorong pembelian ulang barang dan jasa Simpati Jitu. Selain itu juga menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind), serta menjalin hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan serta tarif yang lebih murah kepada pelanggan Telkomsel, khususnya pengguna Simpati Jitu.

DAFTAR PUSTAKA:
2.      http://ardianza.blogspot.com/2008/10/definisi-periklanan.html